#

Cerbung Parijs Van Java Bagian 141

Sylado, Remy

Jenis Bahan

Kliping

Judul Alternatif

-

Pengarang

Remy Sylado (Pengarang)

Edisi

-

Pernyataan Seri

-

Penerbitan

Jakarta : Koran Tempo, 2002

Bahasa

-

Deskripsi Fisik

2 halaman : ilustrasi ; 25 cm

Jenis Isi

teks

Jenis Media

tanpa perantara

Penyimpanan Media

lembar

ISBN

-

ISSN

-

ISMN

-

Bentuk Karya

Tidak ada kode yang sesuai

Target Pembaca

Tidak ada kode yang sesuai

Catatan

-


Abstrak

Artikel Cerbung Parijs van Java bagian 141, Pada bagian ke-141 cerbung Parijs van Java, suasana percakapan berlangsung dalam ketegangan yang mendalam. Miligen terdiam, tertegun, dan termangu setelah mendengar apa yang disampaikan tokoh aku. Ia menarik dan menghembuskan napas panjang seolah mengeluh, menandakan beban pikiran dan perasaan yang berat. Dengan duduk tegang di kursinya, Miligen kemudian memandang tokoh aku dalam-dalam, seakan mencoba memahami, menimbang, dan menerima kenyataan yang ada. Bagian ini menonjolkan konflik batin Miligen serta menjadi momen penting yang menunjukkan adanya perubahan sikap atau keputusan besar yang akan memengaruhi kelanjutan cerita.

No. Barcode No. Panggil Lokasi Perpustakaan Lokasi Ruangan Kategori Akses Ketersediaan
00000125097 H.40.979 PDS HB Jassin
Perpustakaan Pusat
PDS HB Jassin Lt.7 - Ruang Koleksi lantai 7 Koleksi Umum Baca di tempat Tersedia
No. Nama File Nama File Format Flash Format File Aksi
Tidak ada data.
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000036291
005 20251219025037
035 # # $a 0010-1225001565
007 ta
008 251219################|##########|#|##
082 # # $a 813 [23]
084 # # $a H.40.979
100 0 # $a Remy Sylado$e Pengarang
245 1 # $a Cerbung Parijs van Java bagian 141 /$c Remy Sylado
300 # # $a 2 halaman : $b ilustrasi ; $c 25 cm
650 # 4 $a Fiksi Indonesia
520 # # $a Artikel Cerbung Parijs van Java bagian 141, Pada bagian ke-141 cerbung Parijs van Java, suasana percakapan berlangsung dalam ketegangan yang mendalam. Miligen terdiam, tertegun, dan termangu setelah mendengar apa yang disampaikan tokoh aku. Ia menarik dan menghembuskan napas panjang seolah mengeluh, menandakan beban pikiran dan perasaan yang berat. Dengan duduk tegang di kursinya, Miligen kemudian memandang tokoh aku dalam-dalam, seakan mencoba memahami, menimbang, dan menerima kenyataan yang ada. Bagian ini menonjolkan konflik batin Miligen serta menjadi momen penting yang menunjukkan adanya perubahan sikap atau keputusan besar yang akan memengaruhi kelanjutan cerita.
600 1 4 $a Sylado, Remy
264 # # $a Jakarta :$b Koran Tempo,$c 2002
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a lembar$2 rdacarrier
990 # # $a PDS010337-45
990 # # $a PDS010337-45