#

Jalan Sunyi Di Taman Bukit Duri : Guru Guru Yang Mendedikasikan Hidupnya Untuk SMAN 8 Jakarta

Kisah Inspiratif

Jenis Bahan

Monograf

Judul Alternatif

-

Pengarang

Suradi (Pengarang) ; Suradi (Pengarang)

Edisi

-

Pernyataan Seri

-

Penerbitan

Jakarta : Kaki Langit Kencana, Juli 2024

Bahasa

Indonesia

Deskripsi Fisik

562 halaman ; 23 cm

Jenis Isi

teks

Jenis Media

tanpa perantara

Penyimpanan Media

volume

ISBN

9786025848551

ISSN

-

ISMN

-

Bentuk Karya

-

Target Pembaca

Dewasa

Catatan

-


Abstrak

Buku ini menceritakan sejarah SMA 8 mulai dari saat berdiri dan diresmikan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin pada 30 Maret tahun 1971 hingga kemajuan yang dicapai oleh sekolah yang sering terkena banjir ini, hingga bisa menduduki prestasi menjadi Sekolah Menengah Atas peringkat dua (2) nasional sampai saat ini. Suatu perjalanan sejarah prestasi yang tentunya membanggakan bagi segenap guru-guru dan alumninya, di mana saya pernah mengenyam pendidikan di sekolah ini pada periode 1980-1983. Letjen Jendral TNI (Purn) M. Herindra, M.A., M.Sc. Ketua Ikatan Alumni SMAN 8 Jakarta, Wakil Menteri Pertahanan RI Meskipun buku ini secara khusus menceritakan kisah 51 guru yang mendedikasikan hidupnya untuk SMAN 8 Jakarta, tetapi sebenarnya kandungan isinya lebih dari itu. Bagi saya, buku ini merupakan salah satu keping dari memori kultural bangsa ini; memori tentang guru-guru yang tak hanya sekadar mengajar di kelas, tetapi juga melakukan aksi nyata lainnya untuk membangun manusia Indonesia yang maju dan beradab; memori tentang upaya membangun mental anak bangsa yang disiplin dan pantang menyerah. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbudristek Buku yang disiapkan penulis–Suradi, alumni SMAN 8 tahun 1982– selama tiga tahun ini mengangkat cerita dan kisah 51 guru SMAN 8 Jakarta atau Smandel dari masa awal sekolah ini berdiri, 1958 hingga guru-guru yang mengajar pada era tahun 2020-an ini. Di bagian Epilog, ditampilkan tiga tulisan kepala sekolah yakni yang melahirkan motto ‘Rajawali Emas’, Agusman Anwar, lalu yang memimpin di masa Covid-19, Rita Hastuti, serta kepala sekolah di era zonasi-afirmasi, Mukhlis Moehammad Lizar. Cerita tentang guru dan kepala sekolah kharismatis yang legend yakni Ibu Hilma Dahnir, menempati bagian awal buku ini. Beragam kisah unik, menarik, lucu, menegangkan, menyenangkan dan tentunya membanggakan, diungkapkan oleh para guru yang telah merintis dan membangun SMAN 8 sebagai sekolah negeri yang mampu mempertahankan prestasi selama 50 tahun terakhir hingga saat ini, walaupun berbagai kebijakan, regulasi, dan kurikulum silih berganti dan jadi tantangan tersendiri, seperti sistem zonasi dan afirmasi saat ini. Buku ini bukan saja menjadi kenangan bagi keluarga besar Smandel, terutama guru dan alumni, tetapi juga sebagai cermin bagi sekolah lain di ibu kota dan Tanah Air. Semoga buku ini menambah khazanah dan rujukan dunia pendidikan menengah di Indonesia.

No. Barcode No. Panggil Lokasi Perpustakaan Lokasi Ruangan Kategori Akses Ketersediaan
00006586328 KC/153.2 SUR j Perpustakaan Jakarta - Kuningan
Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. C22, Gedung Nyi Ageng Serang, Lt. 7 dan 8, Jakarta Selatan
Kuningan Validasi (KCKR) - Dalam Proses Baca di tempat Tersedia
No. Nama File Nama File Format Flash Format File Aksi
Tidak ada data.
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000866208
005 20250131030143
006 a####e############
007 ta
008 240227#########jki####e############ind##
020 # # $a 9786025848551
035 # # $a 0010-0125000904
040 # # $a JKPDJAK$b ind$c rda
041 1 # $a ind
082 # # $a 153.2$2 [23]
084 # # $a KC/153.2 SUR j
100 0 # $a Suradi$e Pengarang$e Suradi$e Pengarang$e Suradi$e Pengarang$e Suradi$e Pengarang
245 1 # $a Jalan Sunyi di Taman Bukit Duri : Guru guru yang mendedikasikan Hidupnya untuk SMAN 8 Jakarta /$c Suradi
264 # 1 $a Jakarta :$b Kaki Langit Kencana,$c Juli 2024
300 # # $a 562 halaman ; $c 23 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Buku ini menceritakan sejarah SMA 8 mulai dari saat berdiri dan diresmikan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin pada 30 Maret tahun 1971 hingga kemajuan yang dicapai oleh sekolah yang sering terkena banjir ini, hingga bisa menduduki prestasi menjadi Sekolah Menengah Atas peringkat dua (2) nasional sampai saat ini. Suatu perjalanan sejarah prestasi yang tentunya membanggakan bagi segenap guru-guru dan alumninya, di mana saya pernah mengenyam pendidikan di sekolah ini pada periode 1980-1983. Letjen Jendral TNI (Purn) M. Herindra, M.A., M.Sc. Ketua Ikatan Alumni SMAN 8 Jakarta, Wakil Menteri Pertahanan RI Meskipun buku ini secara khusus menceritakan kisah 51 guru yang mendedikasikan hidupnya untuk SMAN 8 Jakarta, tetapi sebenarnya kandungan isinya lebih dari itu. Bagi saya, buku ini merupakan salah satu keping dari memori kultural bangsa ini; memori tentang guru-guru yang tak hanya sekadar mengajar di kelas, tetapi juga melakukan aksi nyata lainnya untuk membangun manusia Indonesia yang maju dan beradab; memori tentang upaya membangun mental anak bangsa yang disiplin dan pantang menyerah. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbudristek Buku yang disiapkan penulis–Suradi, alumni SMAN 8 tahun 1982– selama tiga tahun ini mengangkat cerita dan kisah 51 guru SMAN 8 Jakarta atau Smandel dari masa awal sekolah ini berdiri, 1958 hingga guru-guru yang mengajar pada era tahun 2020-an ini. Di bagian Epilog, ditampilkan tiga tulisan kepala sekolah yakni yang melahirkan motto ‘Rajawali Emas’, Agusman Anwar, lalu yang memimpin di masa Covid-19, Rita Hastuti, serta kepala sekolah di era zonasi-afirmasi, Mukhlis Moehammad Lizar. Cerita tentang guru dan kepala sekolah kharismatis yang legend yakni Ibu Hilma Dahnir, menempati bagian awal buku ini. Beragam kisah unik, menarik, lucu, menegangkan, menyenangkan dan tentunya membanggakan, diungkapkan oleh para guru yang telah merintis dan membangun SMAN 8 sebagai sekolah negeri yang mampu mempertahankan prestasi selama 50 tahun terakhir hingga saat ini, walaupun berbagai kebijakan, regulasi, dan kurikulum silih berganti dan jadi tantangan tersendiri, seperti sistem zonasi dan afirmasi saat ini. Buku ini bukan saja menjadi kenangan bagi keluarga besar Smandel, terutama guru dan alumni, tetapi juga sebagai cermin bagi sekolah lain di ibu kota dan Tanah Air. Semoga buku ini menambah khazanah dan rujukan dunia pendidikan menengah di Indonesia.
521 1 # $a Dewasa
650 # 4 $a Kisah Inspiratif
700 0 # $a Suradi$e Pengarang
800 # # $a Imam Yunianto$e Desain Sampul
850 # # $a JKPDJAK
990 # # $a D000962/25