#

Jalan Cahaya

Novel

Jenis Bahan

Monograf

Judul Alternatif

-

Pengarang

Hendy Kiawan ; Anastasia Aemilia (editor)

Edisi

-

Pernyataan Seri

-

Penerbitan

Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2020

Bahasa

Indonesia

Deskripsi Fisik

328 halaman ; 20 cm

Jenis Isi

teks

Jenis Media

tanpa perantara

Penyimpanan Media

volume

ISBN

9786020647005

ISSN

-

ISMN

-

Bentuk Karya

Novel

Target Pembaca

Dewasa

Catatan

-


Abstrak

Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga (Mat 19: 12). Seorang lelaki tua tampak duduk di kursi roda. Dengan saksama, ia memperhatikan para saudaranya mengikrarkan prasetya. Benaknya memutar waktu. Ia kembali merasakan ketika peristiwa itu dialaminya sendiri sewaktu muda. Berpuluh-puluh tahun lalu, Margo Sunaryo telah menyerahkan diri sepenuhnya. Ia menggulati hidup sebagai anggota Kongregasi Para Bruder Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda. Ia bertekad pada janji setia dalam kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan. Ia memberanikan diri melawan kodrat sebagai laki-laki pada normalnya. Ungkapan kaul membuat para lelaki itu terlahir kembali dalam Roh. Pesona hidupnya bersinar dalam pelukan jubah serta kepenuhan cinta. Mereka siap merawat panggilan melalui hidup doa, karya kerasulan, dan kebersamaan dalam persaudaraan. Seperti itu pula cerminan hidup Margo Sunaryo. Walau banyak orang menganggap jalan yang ditempuh Margo di luar kewajaran, ia menggulati setiap kisahnya penuh kebahagiaan. Tingkahnya kocak, nyentrik, penuh lelucon, namun dari sana mengalir refleksi yang melahirkan kemendalaman makna. Termasuk soal kemerdekaan, mimpi terdalam, pergulatan melajang seumur hidup, keutuhan manusiawi, hingga mempersiapkan maut yang tak terelakkan. JALAN CAHAYA merupakan ruang tengah di antara penyucian dan kesatuan Ilahi. Margo Sunaryo berjuang menghayati kekudusan lewat selera humornya yang tinggi. Hingga akhirnya, ia menemukan seumur hidupnya menjadi persembahan

No. Barcode No. Panggil Lokasi Perpustakaan Lokasi Ruangan Kategori Akses Ketersediaan
00005532504 KC/813 HEN j Perpustakaan Jakarta - Cikini
Jln. Cikini Raya No. 73, Komplek Taman Ismail marzuki, Jakarta Pusat
Cikini Deposit - Lantai 6 Dalam Proses Diolah Diolah
No. Nama File Nama File Format Flash Format File Aksi
Tidak ada data.
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000821919
005 20210930015643
006 a####e##########f#
007 ta
008 210922#########jki####e##########f#ind##
020 # # $a 9786020647005
035 # # $a 0010-0921001240
040 # # $a JKPDJAK$2 ind$h rda
041 0 # $a ind
082 # # $a 813$2 [23]
084 # # $a KC/813 HEN j
100 0 # $a Hendy Kiawan
245 # # $a Jalan Cahaya /$c Hendy Kiawan, Editor; Anastasia Aemilia
264 # # $a Jakarta :$b Gramedia Pustaka Utama,$c 2020
300 # # $a 328 halaman ; $c 20 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 3 # $a Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga (Mat 19: 12). Seorang lelaki tua tampak duduk di kursi roda. Dengan saksama, ia memperhatikan para saudaranya mengikrarkan prasetya. Benaknya memutar waktu. Ia kembali merasakan ketika peristiwa itu dialaminya sendiri sewaktu muda. Berpuluh-puluh tahun lalu, Margo Sunaryo telah menyerahkan diri sepenuhnya. Ia menggulati hidup sebagai anggota Kongregasi Para Bruder Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda. Ia bertekad pada janji setia dalam kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan. Ia memberanikan diri melawan kodrat sebagai laki-laki pada normalnya. Ungkapan kaul membuat para lelaki itu terlahir kembali dalam Roh. Pesona hidupnya bersinar dalam pelukan jubah serta kepenuhan cinta. Mereka siap merawat panggilan melalui hidup doa, karya kerasulan, dan kebersamaan dalam persaudaraan. Seperti itu pula cerminan hidup Margo Sunaryo. Walau banyak orang menganggap jalan yang ditempuh Margo di luar kewajaran, ia menggulati setiap kisahnya penuh kebahagiaan. Tingkahnya kocak, nyentrik, penuh lelucon, namun dari sana mengalir refleksi yang melahirkan kemendalaman makna. Termasuk soal kemerdekaan, mimpi terdalam, pergulatan melajang seumur hidup, keutuhan manusiawi, hingga mempersiapkan maut yang tak terelakkan. JALAN CAHAYA merupakan ruang tengah di antara penyucian dan kesatuan Ilahi. Margo Sunaryo berjuang menghayati kekudusan lewat selera humornya yang tinggi. Hingga akhirnya, ia menemukan seumur hidupnya menjadi persembahan
521 1 # $a Dewasa
650 # # $a NOVEL
700 0 # $a Anastasia Aemilia$e editor
850 # # $a JKPDJAK
990 # # $a D002390/21